Sabtu, 15 September 2012
Biarkan Aku.
Berhenti menatapku penuh iba. Berhenti menghakimiku dengan perkataan lembek kepadaku. "Mengapa gadis sebaik dirimu harus mendapat perlakuan seperti ini? Dia tidak pantas memiliki gadis sebaik dirimu". Mana aku tahu! Mengapa kalian malah bertanya padaku disaat aku membutuhkan ribuan jawaban atas ketidakjelasan yang kuhadapi? Mengapa kalian malah meantapku seakan akulah gadis manis yang lemah dan akan mati sesegera mungkin apabila hal ini terus terajam. Berhentilah! Kumohon! Aku sedang berusaha menikmati dan mensyukuri segala bentuk kejadian yang Tuhan berikan kepadaku. Mau kalian apa, hei? Senangkah kalian apabila aku semakin mengingatnya lantas merutuki sebisaku? Itukah mau kalian? Ya, memang. Selama ini penampungan yang kulakukan terhadap cerita kalian tidak berbayar, namun mengertilah satu hal. Apabila kalian tak cukup sudi mendengarkan kisah hidupku, tak usah bertanya. Tak usah sibuk mengurusiku dengan dalih perduli. Sampah. Aku tak meminta hak lebih atas tanggapanku yang kalian anggap bijak. Tahu satu hal? Apapun itu, kalimat iba apapun itu, menghalangiku untuk sesegera mungkin bangkit dari sini. Kembalilah pada masalahmu, banyak barangkali yang musti kau selesaikan daripada aku atas masalahku yang hanya bisa kalian tatap. Untuk apa? Demi apapun yang pernah aku yakini, itu tak penting. Menjauhlah. Aku tak butuh.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar